Bervariasi, Inilah Beberapa Home Industry di Desa Bolali...

25 Juli 2019 13:40. Berita "KEGIATAN MASYARAKAT". Dibagikan oleh AISYA RAHMAH AYU NOVANTINA. Dibaca 490 kali.



Klaten - Setelah diresmikan sebagai Desa IT oleh Bupati Kalten, Sri Mulyani tanggal 31 Oktober 2018, membuat Desa Bolali semakin diakui. Tak dapat dipungkiri bahwa dengan diresmikannya Desa IT membuat bebarapa home industry di Desa Bolali semakin banyak. Diantaranya home industry telur asin, egg roll (semprong), kembang goyang, dan emping melinjo.

Dikesempatan kali ini, tim KKN Lokasi Tahap 1 2019 dari UNNES mengunjungi home industry tersebut untuk melihat langsung bagaimana proses pengolahannya. Home industry telur asin di Desa Bolali sudah menjamur. Banyak masyarakat yang mengolah telur bebek menjadi telur asin. Telur bebek didapatkan dari hasil ternak bebek warga sendiri. Biasanya satu butir telur asin dijual seharga Rp. 2.500,-. Proses pembuatannya cukup mudah namun membutuhkan waktu yang cukup lama.

(Baca Juga : Bersama Tim PKK Desa Bolali Ajak Masyarakat Untuk Peduli Akan Pemanfaatan Pekarangan Dan Kebersihan Lingkungan Desa Dengan Program Hatinya PKK)

Home industry yang kedua yaitu egg roll (semprong). Di Desa Bolali belum terlalu banyak masyarakat yang membuat egg roll. Egg roll hanya dibuat jika ada pesanan saja, dan paling banyak pesanan jika mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Selanjutnya yaitu industri rumahan kembang goyang. Seperti egg roll, kembang goyang dibuat juga jika ada pesanan saja. Namun terkadang juga dijual di warung-warung di Desa Bolali. Proses pembuatan kembang goyang cukup mudah. Rasa yang dihasilkan pun sangat gurih dan renyah.

Yang terakhir adalah home industry emping melinjo. Seperti diketahui, di Desa Bolali sangat banyak pohon melinjo. Banyak warga yang memanfaatkan tanaman tersebut. Daunnya bisa dimasak ataupun dijual dan buahnya dapat dijadikan emping melinjo. Proses pembuatan emping melinjo terbilang cukup mudah, namun membutuhkan kesabaran karena harus menggeprek/memukul biji melinjo satu persatu. Namun, harga jual emping melinjo sendiri cukup mahal, yaitu bisa sampai Rp. 30.000,- per kilo.

Dengan adanya home industry di Desa Bolali, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu juga bisa dijadikan pekerjaan sampingan sembari bercocok tanam padi.

Berita Lainnya