Tidak Perlu Mewah, Yang Penting Meriah! Perayaan Hari Kemerdekaan RI di Dukuh Sutran

17 Agustus 2019 08:00. Berita "KEGIATAN MASYARAKAT". Dibagikan oleh AISYA RAHMAH AYU NOVANTINA. Dibaca 175 kali.



Klaten – 17 Agustus 2019. Seperti kata pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Ya, 17 Agustus adalah hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Di hari ini bangsa kita merayakan kemerdekaan dari penjajah yang menduduki tanah Nusantara hinga berabad – abad lamanya. Kesengsaraan, kemiskinan, ketidak adilan menyelimuti rakyat di setiap malamnya. Dengan perjuangan dan rasa kesatuan yang tinggi melawan penjajah para pahlawan kita berhasil merebut kemerdekaan tepat di tanggal 17 Agustus tahun 1945.

74 tahun lamanya bangsa Indonesia telah merdeka, untuk memperingati kita melakukanya dengan mengadakan perayaan kemerdekaan. Seperti upacara bendera 17 Agustus perayaan dalam bentuk formal dan berbagai jenis perlombaan yang biasa diadakan di desa – desa di seluruh penjuru negeri yang sebagai kegiatan perayaan non formal. Salah satu desa yang hingga kini masih memeriahkan HUT Kemerdekaan adalah desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Klaten.

(Baca Juga : Menyambut Acara Kemerdekaan HUT RI Ke-74, Karang Taruna Desa Bolali Mengadakan Rapat Persiapan)

Berbagai jenis lomba diadakan di desa ini. Terdapat delapan RW yang masing – masing antusias merayakan. Sebagai contoh di dukuh Sutran, desa Bolali perlombaan untuk generasi milenial seperti makan kerupuk, memecahkan plastik berisi air, memasukkan gantungan ke dalam ring, menari dan merebutkan kursi, serta estafet tepung menjadi pengisi acara yang meriah. Hadiah menarik dan rasa cinta akan tanah air untuk mengenang jasa para pahlawan menjadi penyemangat.

Yang menarik adalah di era yang terbilang sudah modern ini, antusiasme dan semangat generasi milenial yang masih sedikit terkena pengaruh gadget, dan rasa kekeluargaan yang masih kental sangat terasa di sini. Perlombaan sederhanapun terasa sangat meriah diiringi canda tawa dan sorak – sorai dari tiap anak. Tak hanya anak – anak, kalangan remaja juga ikut andil dalam kegiatan ini sebagai panitia pelaksana.

Ide – ide kreatif  tertuang dengan luaran system perlombaan yang unik. Seperti lomba makan kerupuk yang biasanya hanya dilakukan hanya dengan mengikat kerupuk dengan tali yang diikatkan pada sebuah bambu yang dipasang sedemikian rupa di rubah dengan mengikatkan talinya ke jari kaki peserta kemudian diukur sehingga ketika akan memakan kerupuk itu peserta harus menaikkan kakinya terlebih dahulu. Tingkat keseimbangan badan cukup diuji dalam hal ini. Serta ide - ide kreatif lainnya yang tertuang.

Tak perlu mewah yang penting meriah, mungkin kata inilah yang tepat untuk menggambarkan betapa indahnya melihat kemeriahan perayan di dukuh Sutran, desa Bolai ini. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan rasa cinta akan tanah air dan menghormati jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dapat terus tumbuh. Sehingga rasa persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia semakin kuat.

Berita Lainnya