Pengembangan Karakter Anak Usia Dini di Bidang Agama, Tim KKN UNNES Beserta Warga Adakan TPQ.

22 Agustus 2019 16:00. Berita "PEMBINAAN MASYARAKAT". Dibagikan oleh AISYA RAHMAH AYU NOVANTINA. Dibaca 356 kali.



Klaten, 22 Agustus 2019 - Pendidika karakter anak usia dini sangatlah penting, baik dari segi pendidikan formal maupun non formal. Karakter yang baik menciptakan generasi penerus bangsa yang baik pula. Ketika ditanamkan pendidikan yang baik sejak dini bukan hanya persoalan pemahaman tentang akademis saja, namun juga penanaman pemahaman tentang akhlaktul karimah sejak dini juga sangat di perlukan untuk menciptakan generasi-generasi yang baik akhlaknya. Untuk itu anak-anak di desa Bolali Kecamatan Wonosari Klaten juga mendapat pendidikan Agama guna mengajarkan perlunya mengerti akan akidah Islam.

TPQ atau Taman Pendidikan Al Qur’an adalah sebuah wadah kegiatan yang diadakan oleh pengemuka agama di suatu desa yang ditujukan kepada anak-anak maupun orang tua agar mengerti dan tau cara menulis, membaca, dan mengamalkan ayat suci Al Qur’an dan nilai – nilai agama yang baik dan benar seperti toleransi ke sesama umat beragama yang berguna untuk kehidupan sehari – harinya.

(Baca Juga : Bupati Klaten Sambang Warga di Desa Bolali, Kecamatan Wonosari)

Di kesempatan kali ini Tim KKN Universitas Negeri Semarang bersama tokoh Agama setempat desa Bolai mengadakan kegiatan TPQ atau Taman Pendidikan Al Qur’an bagi anak – anak di dukuh Bolali, Desa Bolali, Kecamatan Wonosari, Klaten. Dalam kegiatan ini Tim KKN mengajarkan tentang nilai – nilai toleransi beragama dan pentingnya akan hidup rukun dan mengajarkan menghafal surat – surat pendek Al Qur’an menggunakan metode bermain dan mengajar guna mengembangkan karakter anak – anak usia dini menjadi lebih baik.

Pertama anak – anak di ajak bermain dengan membentuk posisi melingkar, kemudian menyanyikan lagu islami dan memutar pulpen ke teman sebelahnya lalu memberi hukuman menghafal atau membaca surat pendek Al Qur’an bagi yang menerima pulpen di akhir lagu. Selain itu ada juga permainan menyanyikan lagu anak – anak dengan mengganti huruf vocal menjadi huruf O atau A dan memberi hukuman membaca atau menghafal surat pendek bagi yang tidak ikut menyanyi.

Melalui metode ini anak – anak tentu mengerti akan lagu – lagu islami dan lagu anak- anak yang sudah mulai luntur karna pengaruh modernisasi. Meskipun sederhana metode ini cukup antusias diikuti oleh anak – anak dan proses pembelajaran agama Islam menjadi menyenangkan. Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini dan melalui metode – metode lain yang lebih menyenangkan anak – anak dapat lebih semangat dan mau untuk belajar ilmu agama Islam. Sehingga sebagai generasi penerus bangsa dapat memiliki karakter diri yang baik dan rasa toleransi yang tinggi lalu kerukunan dan kedamaian dapat tercipta dalam berkehidupan sehari – hari.

Berita Lainnya